Tuesday, September 20, 2011

Little Girl's Compassion

Hari minggu ini sangat mengesalkan. Aku menggerutu karena seharian ini aku merasa banyak orang yang tidak bersahabat denganku dan banyak hal yang telah kurencanakan tidak berjalan dengan baik.  Kedua putriku, Emmy dan Alice sedang menarik-narik lengan kemejaku ketika kami berjalan menuju toko mainan. Mereka merengek minta 25 sen untuk menaiki kuda mekanis di depan toko. Aku menyerah dan memberi mereka  masing-masing 25 sen. 

Kuda mekanis itu merupakan mainan yang populer bagi anak-anak, dan karena banyak yang ingin menaikinya, mereka harus sabar mengantre.  Aku melihat Alice, yang saat itu berusia 5 tahun, harus menunggu 10 menit sementara saudarinya, Emmy, dan anak-anak yang lain menaiki kuda makanis itu. Akhirnya tibalah giliran Alice, tetapi bukannya menaiki kuda itu, ia malah menghampiri seorang anak laki-laki kecil yang sedang berdiri menonton permainan itu. Dengan kepekaannya yang polos ia mengetahui bahwa anak laki-laki itu tidak mempunyai uang. Maka, ia memberikan koinnya kepada anak kepada anak itu dan menyuruhnya naik. 

Aku tahu bahwa Alice sangat ingin sekali meniki kuda mekanis itu dan ia sudah menunggu dengan sabar untuk menaiki kudatungganyan yang sangat berarti baginya itu. Rasa kasih sayang dan ketulusan yang ditunjukkanya telah mengubah seluruh hatiku. "Bagaimana aku bisa begitu egois dan penggerutu," pikirku, "jika seorang anak kecil baru saja menunjukkan kepadaku bagaimana dunia itu seharusnya?'

Alice tidak pernah menceritakan hal itu kepada orang lain dan ia juga tidak pernah tahu bahwa aku melihatnya. Dia tidak pernah tahu betapa berharganya anugerah yang telah diberikannya kepadaku saat aku melihatnya berdiri dan tersenyum sayang ketika anak laki-laki itu menaiki kudanya. 


No comments:

Post a Comment