Saturday, April 20, 2013

Kenali Jenis Sakit Kepala dan Cara Mengatasinya


 Semua orang pasti pernah mengalami sakit kepala. Entah itu, sakit kepala sebelah (migrain), sakit kepala berat, berkunang-kunang, atau lainnya. Sakit kepala memiliki banyak variasi dan tak bisa diatasi dengan cara yang sama. Sebelum mencoba mengobati sakit kepala, kenali dulu jenis sakit kepala yang Anda rasakan, seperti dilansir oleh Thirdage (21/10), berikut ini.

1. Sakit kepala karena ketegangan
Jenis sakit kepala ini yang paling umum dialami. Biasanya rasa sakit berasal dari bagian belakang kepala kemudian bergerak ke depan. Sakit kepala ini biasanya dialami pada bagian leher, kepala bagian belakang, dan kepala. Untuk mengatasinya Anda bisa melakukan perubahan pada gaya hidup atau pola makan, teknik relaksasi, terapi, atau mencoba mengurangi stres dan ketegangan pada bagian kepala.

2. Sakit kepala campuran
Sakit kepala ini meliputi migrain dan sakit kepala akibat ketegangan. Biasanya terjadi akibat perubahan hormon, faktor makanan, lingkungan, dan stres. Untuk mengatasinya Anda harus dapat mengidentifikasi pemicu sakit kepala ini. Misalkan jika pemicunya adalah makanan, maka Anda harus membatasi makanan yang bisa menyebabkan sakit kepala ini.

3. Migrain
Tak ada yang benar-benar mengetahui penyebab migrain, atau sakit kepala sebelah. Anggapan umum yang ada bahwa migrain disebabkan oleh aktivitas otak yang tidak normal dan menyebabkan perubahan pada pembuluh darah otak. Selain itu, faktor genetik juga disebut sebagai penyebab migrain. Sakit kepala akibat migrain biasanya terjadi hanya pada satu bagian otak dan seringkali sangat parah hingga berlangsung berjam-jam atau bahkan berhari-hari. Ketika mengalami migrain, seseorang lebih baik mengonsumsi obat migrain atau beristirahat. Jika migrain dipicu oleh cahaya, maka sebaiknya penderita juga menjauhi cahaya sementara waktu.

4. Cluster
Pernah merasa sakit kepala hebat yang disertai rasa terbakar atau menusuk-nusuk? Itu disebut cluster. Sakit kepala ini bisa terjadi sebanyak dua atau tiga kali sehari. Sakit kepala ini pun bisa terjadi dan bertahan hingga dua minggu. Hingga saat ini sakit kepala cluster tidak bisa diobati. Perubahan gaya hidup, pola makan, dan penggunaan obat bisa dilakukan untuk mengurangi rasa sakit yang diderita pasien.

5. Sinus
Sakit kepala sinus berhubungan dengan rasa sakit pada tulang pipi, dahi, atau hidung. Biasanya sinus disertai dengan gerakan kepala yang tiba-tiba. Kemunculan sinus biasanya dibarengi dengan sakit di bagian hidung, rasa penuh di telinga, demam, dan pembengkakan wajah. Dokter biasanya akan memberikan antibiotik, semprotan hidung kortikosteroid, obat OTC, atau lainnya. Jika sakit kepala sinus disebabkan oleh kelainan struktur, maka jalan terakhir adalah melalui operasi.



Nah, sekarang Anda sudah mengetahui perbedaan sakit kepala dan bagaimana cara mengatasinya. Jangan lagi mengobati sakit kepala yang berbeda dengan cara yang sama.

Saturday, April 13, 2013

Yesus menonton pertandingan sepakbola


Yesus Kristus berkata bahwa Ia belum pernah menyaksikan pertandingan sepakbola. Maka kami, aku dan teman-temanku, mengajakNya menonton. Sebuah pertandingan sengit berlangsung antara kesebelasan Protestan dan kesebelasan Katolik.


Kesebelasan Katolik memasukkan bola terlebih dahulu. Yesus bersorak gembira dan melemparkan topinya tinggi-tinggi. Lalu ganti kesebelasan Protestan yang mencetak goal. Dan Jesus bersorak gembira serta melemparkan topinya tinggi-tinggi lagi.

Hal ini rupanya membingungkan orang yang duduk di belakang kami. Orang itu menepuk pundak Yesus dan bertanya: 'Saudara berteriak untuk pihak yang mana?'

'Saya?' jawab Jesus, yang rupanya saat itu sedang terpesona oleh permainan itu. 'Oh, saya tidak bersorak bagi salah satu pihak, Saya hanya senang menikmati permainan ini.'

Penanya itu berpaling kepada temannya dan mencemooh Yesus: 'Ateis!'

Sewaktu pulang, Yesus kami beritahu tentang situasi agama di dunia dewasa ini. 'Orang-orang beragama itu aneh, Tuhan,' kata kami. 'Mereka selalu mengira, bahwa Allah ada di pihak mereka dan melawan orang-orang yang ada di pihak lain.'

Yesus mengangguk setuju. 'Itulah sebabnya Aku tidak mendukung agama; Aku mendukung orang-orangnya,' katanya. 'Orang lebih penting daripada agama. Manusia lebih penting daripada hari Sabat.'

'Tuhan, berhati-hatilah dengan kata-kataMu,' kata salah seorang di antara kami dengan was-was. 'Engkau pernah disalibkan karena mengucapkan kata-kata serupa itu.' 'Ya --dan justru hal itu dilakukan oleh orang-orang beragama,' kata Yesus sambil tersenyum kecewa.


(Burung Berkicau, Anthony de Mello SJ, Yayasan Cipta Loka Caraka, Cetakan 7, 1994)


Friday, April 12, 2013

Doa bisa berbahaya

Inilah cerita yang sangat disukai oleh Guru Sufi Sa'di dari Shiraz: 

Salah seorang sahabatku senang sekali karena isterinya mengandung. Ia ingin sekali mendapatkan anak laki-laki. Tak henti-hentinya ia berdoa kepada Tuhan dan menjanjikan berbagai kaul dengan ujud itu. 



Maka terjadilah, bahwa isterinya melahirkan seorang anak laki-laki. Sahabatku bergembira sekali dan mengundang seluruh penduduk kampung untuk merayakan pesta syukur. Bertahun-tahun kemudian, sekembaliku dari Mekah, aku melewati kampung sahabatku itu. Aku diberitahu bahwa ia dipenjara. 

'Mengapa? Apa kesalahannya?' tanyaku. 

Tetangganya berkata: 'Anaknya mabuk, membunuh orang, kemudian melarikan diri. Maka ayahnya lalu ditangkap dan dipenjarakan.' 

Meminta kepada Tuhan dengan tekun apa yang kita inginkan merupakan perbuatan yang patut dipuji. Tetapi doa seperti itu juga amat berbahaya. (Anthony De Mello SJ)

Renungan : 
Tidak semua yang kita inginkan selalu baik. Mungkin kelihatan baik saat ini tetapi kita tidak tahu resiko besar yang harus ditanggung di masa depan. Jadi ketika berdoa, mintalah segala sesuatu yang menurut Tuhan terbaik bagi kita. 






Thursday, April 11, 2013

Today's Quote 11.04.2013



Sometimes you just have to give up and hand everything over to God. You will get better results that way.




Surga yang sepi


Pada suatu hari waktu Tuhan masuk ke dalam surga, Ia heran bahwa semua orang sudah berada di sana. Tak seorang pun dimasukkan ke dalam neraka. Ini merisaukanNya, karena bukankah Tuhan harus adil? Dan untuk apa neraka diciptakan, jika tidak dipakai?

Maka Ia berkata kepada Malaikat Gabriel:

'Panggil semua orang ke hadapan tahtaKu dan bacakan Sepuluh PerintahKu!'

Semua orang dipanggil. Malaikat Gabriel membaca perintah yang pertama. Lalu Tuhan bersabda:

'Semua yang pernah berdosa melawan perintah ini, harus segera turun ke neraka!' Sejumlah orang mengundurkan diri dan dengan sedih pergi ke neraka.

Hal yang sama terjadi pula sesudah perintah yang kedua dibaca ... begitu pula dengan yang ketiga ... keempat ... kelima ... Pada waktu itu penghuni surga sudah jauh berkurang. Sesudah perintah keenam dibaca, semua orang telah pergi ke neraka kecuali seorang pertapa yang gemuk, tua dan botak.

Tuhan melihatnya dan berkata kepada Malaikat Gabriel:

'Inikah satu-satunya yang masih tinggal di surga?'

'Ya,' sembah Malaikat Gabriel.

'Wah,' kata Tuhan, 'suasana di sini menjadi agak sepi, bukan? Suruhlah mereka semua kembali ke surga!'



Tuesday, April 9, 2013

Kami bertiga, Kamu bertiga, kasihanilan kami.


Ketika kapal seorang Uskup berlabuh untuk satu hari di sebuah pulau yang terpencil, ia bermaksud menggunakan hari itu sebaik-baiknya. Ia berjalan-jalan menyusur pantai dan menjumpai tiga orang nelayan sedang memperbaiki pukat. Dalam bahasa Inggeris pasaran mereka menerangkan, bahwa berabad-abad sebelumnya mereka telah dibaptis oleh para misionaris. 'Kami orang Kristen,' kata mereka sambil dengan bangga menunjuk dada. 

Uskup amat terkesan. Apakah mereka tahu doa Bapa Kami? Ternyata mereka belum pernah mendengarnya. Uskup terkejut sekali. Bagaimana orang-orang ini dapat menyebut diri mereka Kristen, kalau mereka tidak mengenal sesuatu yang begitu dasariah seperti doa Bapa Kami? 

'Lantas, apa yang kamu ucapkan bila berdoa?' 

'Kami memandang ke langit. Kami berdoa: 'Kami bertiga, Kamu bertiga, kasihanilah kami.' Uskup heran akan doa mereka yang primitif dan jelas bersifat bidaah ini. Maka sepanjang hari ia mengajar mereka berdoa Bapa Kami. Nelayan-nelayan itu sulit sekali menghafal, tetapi mereka berusaha sebisa-bisanya. Sebelum berangkat lagi pada pagi hari berikutnya, Uskup merasa puas. Sebab, mereka dapat mengucapkan doa Bapa Kami dengan lengkap tanpa satu kesalahan pun. 

Beberapa bulan kemudian kapal Uskup kebetulan melewati kepulauan itu lagi. Uskup mondar-mandir di geladak sambil berdoa malam. Dengan rasa senang ia mengenang, bahwa di salah satu pulau yang terpencil itu ada tiga orang yang mampu berdoa Bapa Kami dengan lengkap berkat usahanya yang penuh kesabaran. Sedang ia termenung, secara kebetulan ia, melihat seberkas cahaya di arah Timur. Cahaya itu bergerak mendekati kapal. Sambil memandang keheran-heranan, Uskup melihat tiga sosok tubuh manusia berjalan di atas air, menuju ke kapal. Kapten kapal menghentikan kapalnya dan semua pelaut berjejal-jejal di pinggir geladak untuk melihat pemandangan ajaib ini. 

Ketika mereka sudah dekat, barulah Uskup mengenali tiga sahabatnya, para nelayan dulu. 'Bapak Uskup', seru mereka, 'Kami sangat senang bertemu dengan Bapak lagi. Kami dengar kapal Bapak melewati pulau kami, maka cepat-cepat kami datang.' 

'Apa yang kamu inginkan?' tanya Uskup tercengang-cengang. 

'Bapak Uskup,' jawab mereka, 'kami sungguh-sungguh amat menyesal. Kami lupa akan doa yang bagus itu. Kami berkata: Bapa kami Yang ada di surga, dimuliakanlah namaMu; datanglah kerajaanMu ... lantas kami lupa. Ajarilah kami sekali lagi seluruh doa itu!' 

Uskup merasa rendah diri: 'Sudahlah, pulang saja, saudara-saudaraku yang baik, dan setiap kali kamu berdoa, katakanlah saja: Kami bertiga, kamu bertiga, kasihanilah kami.' 

Aku kadang-kadang melihat wanita-wanita tua berdoa rosario tak habis-habisnya di gereja. Bagaimana mungkin Tuhan dimuliakan dengan suara bergumam yang tidak keruan itu? Tetapi setiap kali aku melihat mata mereka atau memandang wajah mereka menengadah, di dalam hati aku tahu, bahwa mereka lebih dekat dengan Tuhan daripada banyak orang terpelajar.



(Anthony de Mello, SJ)



Sunday, April 7, 2013

Refleksi Minggu Kerahiman Ilahi 07.04.2013


Bicara tentang Allah sama dengan bicara mengenai kasih yang tak berkesudahan. Apa saja yang indah, lurus, dan benar, ada pada-Nya. Dia yang menciptakan aku. Dia yang memanggil aku menjadi anggota Gereja. Dia yang memberi kepadaku apa saja yang ada padaku. Dan yang mengherankan…, Ia tak pernah lelah memberi lebih dan lebih.

Hari ini seluruh Gereja Katolik merayakan HARI MINGGU KERAHIMAN ILAHI. Apa itu? Sebuah pesta yang ditetapkan oleh Yesus sendiri dan yang sudah disahkan oleh Paus pada tahun 2000. Yesus berbicara tentang pesta ini bertahun-tahun sebelumnya kepada seorang biarawati sederhana bernama Sr. Faustina. Dan Ia menghendaki supaya pada hari Minggu Paskah II diberkati lukisan-lukisan yang menggambarkan-Nya sebagai Yang Maharahim, supaya umat Katolik mengaku dosanya dan menerima komuni kudus, serta melakukan sesuatu yang dapat dinamakan bukti belas kasihan.

Dari dulu Kitab Suci mengidungkan Kerahiman Ilahi dengan berbagai cara yang mengharukan. Namun, umat beriman seperti tidak banyak peduli mengenai Allah yang Maharahim. Maka pada pertengahan abad XX (tahun 1930-an), Allah mendidik secara khusus seorang biarawati, supaya Kerahiman Ilahi seolah-olah dikeluarkan dari “gudang” kelupaan, dan mulai dipestakan selayaknya.

Tetapi, karena Tuhan tak pernah melakukan sesuatu setengah-setengah, maka pesta itu “dimeteraikan”-Nya dengan janji istimewa: siapa saja pada hari itu mengaku dosa dengan sejuju-jujurnya, menerima komuni, dan melakukan tindakan belas kasihan , ia akan diampuni bukan hanya semua dosanya melainkan juga akan dibebaskan dari hukuman atas dosa-dosanya.

Ini kado yang luar biasa! Rugilah orang yang melewati kado yang bernilai Kerajaan Surga itu dengan melecehkannya. Semoga tak ada seorang katolik pun yang tidak bergegas-gegas pada hari Minggu istimewa ini ke sumber Kerahiman Ilahi. Allah siap merangkul semua yang datang kepada-Nya. Rugilah, sungguh rugilah, semua orang yang berpendapat bahwa ia tidak memerlukan kado Tuhan berupa Hari Kerahiman Ilahi yang terjadi sekali setahun saja.

Yesus, Engkau andalanku! Yesus Maharahim, kasihanilah kami dan seluruh dunia.