Showing posts with label NOTE. Show all posts
Showing posts with label NOTE. Show all posts

Sunday, April 21, 2013

Refleksi Hari Kartini 21.04.2013



Hari Kartini seharusnya jadi momen refleksi tentang masih tingginya angka kematian ibu melahirkan di Indonesia ... lebih dari 100 tahun sejak Kartini meninggal dalam usia muda karena komplikasi persalinan, keadaan belum juga membaik ... masih banyak ibu hamil yang tidak punya akses untuk memeriksakan persalinannya di pusat pelayanan kesehatan, masih banyak persalinan yang ditolong tenaga tradisional yang tidak terlatih menghadapi situasi darurat, masih banyak desa yang tidak punya bidan, masih banyak perempuan hamil yang meninggal pada saat melahirkan karena 3T (terlambat mengambil keputusan sehingga terlambat mendapat penanganan, terlambat dirujuk karena kendala transportasi, terlambat mendapat penanganan karena terbatasnya sumber daya manusia dan fasilitas di pusat layanan kesehatan). 

Perempuan punya hak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal selama kehamilan, persalinan dan masa nifas. Tugas siapa untuk memastikan hal-hal tersebut terpenuhi?

#ayo_selamatkan_ibu



Sunday, April 7, 2013

Refleksi Minggu Kerahiman Ilahi 07.04.2013


Bicara tentang Allah sama dengan bicara mengenai kasih yang tak berkesudahan. Apa saja yang indah, lurus, dan benar, ada pada-Nya. Dia yang menciptakan aku. Dia yang memanggil aku menjadi anggota Gereja. Dia yang memberi kepadaku apa saja yang ada padaku. Dan yang mengherankan…, Ia tak pernah lelah memberi lebih dan lebih.

Hari ini seluruh Gereja Katolik merayakan HARI MINGGU KERAHIMAN ILAHI. Apa itu? Sebuah pesta yang ditetapkan oleh Yesus sendiri dan yang sudah disahkan oleh Paus pada tahun 2000. Yesus berbicara tentang pesta ini bertahun-tahun sebelumnya kepada seorang biarawati sederhana bernama Sr. Faustina. Dan Ia menghendaki supaya pada hari Minggu Paskah II diberkati lukisan-lukisan yang menggambarkan-Nya sebagai Yang Maharahim, supaya umat Katolik mengaku dosanya dan menerima komuni kudus, serta melakukan sesuatu yang dapat dinamakan bukti belas kasihan.

Dari dulu Kitab Suci mengidungkan Kerahiman Ilahi dengan berbagai cara yang mengharukan. Namun, umat beriman seperti tidak banyak peduli mengenai Allah yang Maharahim. Maka pada pertengahan abad XX (tahun 1930-an), Allah mendidik secara khusus seorang biarawati, supaya Kerahiman Ilahi seolah-olah dikeluarkan dari “gudang” kelupaan, dan mulai dipestakan selayaknya.

Tetapi, karena Tuhan tak pernah melakukan sesuatu setengah-setengah, maka pesta itu “dimeteraikan”-Nya dengan janji istimewa: siapa saja pada hari itu mengaku dosa dengan sejuju-jujurnya, menerima komuni, dan melakukan tindakan belas kasihan , ia akan diampuni bukan hanya semua dosanya melainkan juga akan dibebaskan dari hukuman atas dosa-dosanya.

Ini kado yang luar biasa! Rugilah orang yang melewati kado yang bernilai Kerajaan Surga itu dengan melecehkannya. Semoga tak ada seorang katolik pun yang tidak bergegas-gegas pada hari Minggu istimewa ini ke sumber Kerahiman Ilahi. Allah siap merangkul semua yang datang kepada-Nya. Rugilah, sungguh rugilah, semua orang yang berpendapat bahwa ia tidak memerlukan kado Tuhan berupa Hari Kerahiman Ilahi yang terjadi sekali setahun saja.

Yesus, Engkau andalanku! Yesus Maharahim, kasihanilah kami dan seluruh dunia.