Wednesday, May 1, 2013

QUOTES 01.05.2013


BULAN MARIA
Bukankah menakjubkan bahwa kita memiliki seorang Bunda di surga yang memperhatikan kita dengan lembut, yang selalu siap untuk menghibur kita, memperhatikan kebutuhan kita. Seseorang yang kepadanya kita bisa mengadu setiap kali kita terluka atau sedih, seseorang yang kepadanya kita selalu dapat menemukan pengertian dan kasih sayang. Seorang Bunda Surgawi yang memahami sukacita kita, penderitaan kita, dan kebutuhan sejati kita lebih baik dari siapa pun







Turunkan Berat Badan dengan Sarapan Telur

Mengatur pola makan atau diet adalah salah satu cara menurunkan berat badan secara sehat. Salah satu anjuran dalam diet yang benar adalah aturan yang mengharuskan setiap orang untuk sarapan pagi sebelum memulai aktivitas seperti bekerja, sekolah atau yang lainnya. Sarapan ini berfungsi menjadi sumber energi sekaligus memberi rasa kenyang, sehingga kita tidak banyak mengonsumsi camilan dan tidak kalap karena kelaparan ketika jam makan siang datang. Dengan kata lain, sarapan membuat porsi makan siang jadi lebih terkontrol.

Agar berat badan turun, tentu saja menu sarapan juga tidak boleh asal. Menu sarapan pagi yang dianjurkan untuk diet umumnya adalah makanan yang tinggi protein dan kaya serat. Dan salah satu bahan makanan yang paling banyak direkomendasikan adalah telur. Para dokter gizi mengatakan bahwa telur merupakan sumber energi yang baik untuk memulai hari dan aktivitas bagi orang-orang yang ingin langsing atau ingin menurunkan berat badan.


Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh para ahli gizi di Inggris diketahui bahwa dalam sebutir telur terkandung banyak zat gizi yang tak hanya memberi kita energi tapi juga membantu proses pembakaran kalori dan lemak saat makan siang dan makan malam. Apapun bentuk olahan telur untuk sarapan, entah itu telur rebus, telur ceplok ataupun telur dadar, efeknya tetap sama: orang yang makan akan merasa kenyang lebih lama sehingga mereka akan malas mengemil di saat senggang. Bahkan, dikatakan saat makan siang pun porsi orang yang sarapan telur juga akan berkurang.

Kandungan protein dalam sebutir memang jauh lebih baik dibanding dengan sumber protein lainnya. Kandungan protein inilah yang memberi kita rasa kenyang lebih lama. Para responden penelitian menyatakan bahwa sarapan telur memberi efek kenyang yang cukup konsisten. Dengan sarapan telur, penelitian yang sama juga menyatakan bahwa terjadi perubahan dalam hormon orang yang memakan telur yakni hormon yang mengontrol nafsu makan yang berhubungan langsung dengan usu manusia. Hasil-hasil tersebut secara ilmiah menegaskan mengapa sarapan telur bisa membuat kita merasa lebih kenyang. 

Dalam jangka waktu tertentu, secara lebih lanjut penelitian tersebut mejelaskan adanya penurunan berat badan yang cukup signifikan dikalangan orang yangs arapan telur setiap hari dibanding mereka yang sarapan sereal. Yang paling mencolok adalah terjadinya penurunan lingkar pinggang dari orang-orang yang sarapan telur.

Terbukti sudah bahwa telur yang digunakan sebagai menu sarapan sangat berperan besar jika digunakan sebagai salah satu manajemen untuk menurunkan berat badan. Sebagai tambahan penguat bahwa telur sangat baik untuk diet, berikut fakta tambahannya : 1) Telur, dalam banyak penelitian disebutkan dapat membantu kita mengontrol porsi makan. Dalam satu butir telur yang biasa kita konsumsi mengandung kurang lebih 78 kalori. Dengan pengetahuan kandungan kalori dalam telur, orang biasa mulai menghitung berpa banyak mereka bisa mengkonsumsi telur setiap harinya; 2) Kandungan protein dalam telur cukup tinggi. Dalam sebutir telur rata-rata memiliki kandungan protein 6,5 gram yakni mewakili sekitar 13 persen kebutuhan orang dewasa akan protein dalam sehari; 3) Mengandung vitamin D yang dibutuhkan tubuh. Tak hanya mengandung protein saja, telur juga mengandung vitamin D. pada tubuh orang-orang yang mengalami kelebihan berat badan, kandungan vitamin D dalam tubuhnya biasanya rendah. Padahal vitamin D ini sangat diubutuhkan untuk menurunkan risiko terkena penyakit jantung dan juga diabetes.

Jadi tak hanya baik untuk menurunkan berat badan, sarapan telur juga sangat baik untuk kesehatan.
Yuk, mulai sekarang, perbanyak sarapan telur.


Kisah di balik lagu "It Is Well With My Soul"

Salah satu lagu inspirational yang membuatku meneteskan airmata ketika pertama kali mendengarnya. Syair-nya begitu menyentuh, khususnya kalimat "It is well with my soul". Karena penasaran, aku memanfaatkan google untuk mencari tahu siapa pencipta lagu tersebut dan ternyata ada kisah luar biasa di balik terciptanya lagu yang indah dan penuh semangat iman ini. Lirik lagu "It is well with my soul" ditulis oleh Horatio Spafford sementara musiknya dibuat oleh sahabatnya, Philips Paul Bliss. 

Horatio G. Spafford lahir pada 20 Oktober 1828 di Lansungburgh, New York. Dia adalah seorang pengacara sekaligus pengusaha sukses di Chicago.  Horatio mempunyai seorang istri, Anna Spafford, dan 5 orang anak (1 orang laki-laki dan 4 orang perempuan). Pada tahun 1860-an keluarga Spafford merupakan salah satu keluarga yang terpandang di Chicago. Horatio mendapatkan keuntungan besar dari investasinya dalam reasl estate di sepanjangan tepi danau Michigan. Walaupun hidupnya serba serba berkelimpahan keluarga Spafford sangat aktif dalam kegiatan gereja sebagai seorang jemaat setia Presbysterian. 

Namun, kehidupan tidak selamanya membahagiakan bagi keluarga Spafford. Tragedi pertama terjadi pada tahun 1870 ketika putra satu-satunya, yang waktu itu berusia 4 tahun, meninggal akibat demam berdarah. Ketika belum sepenuhny apulih dari kesedihan akibat kehilangan putra tunggalnya, tragedi kembali melanda keluarga Spafford. Tahun 1871 terjadi sebuah kebakaran besar di Chicago (Great Chicago Fire) yang menyapu habis semua aset-aset real estatenya sehingga perusahaannya pun akhirnya bangkrut. Tidak berdiam diri dan jatuh dalam depresi, Horatio kembali usahanya sambil membantu sesama warga Chicago lainnya yang kehilangan tempat tinggal. 

Ketika keadaan agak mulai membaik, Horatio berencana membawa keluarganya berlibur ke Eropa untuk menenangkan diri. Pada tahun 1873, sahababatnya sekaligus seorang penginjil besar Amerika bernama D.L. Moddy berencana untuk mengadakan pertemuan penginjilan di Inggris sehingga Horatio membawa istri serta keempat anak perempuannya untuk mengikuti pertemuan tersebut. Keluarga Spafford bersiap untuk berlayar ke Inggris menaiki kapal uap Perancis bernama Vile du Havre dari pelabuhan New York dengan melintasi samudera Atlantik. Akan tetapi, sesaat sebelum kapal meninggalkan pelabuhan, Horatio terpaksa harus menunda keberangkatannya karena ada urusan bisnis yang sangat penting dan tidak bisa ditunda. Istri dan keempat anaknya tetap berangkat dan Horatio berjanji akan segera menyusul setelah urusan bisnisnya selesai. 

Pada malam tanggal 22 November 1873, tragedi kembali menerpa keluarga Spafford, kapal Vile du Havre yang mereka tumpangi bertabrakan dengan kapal besi Inggris,The Loch Earn. Hanya dalam tempo 12 menit Vile du Havre tenggelam dan menewaskan 226 penumpang, termasuk keempat putri Horatio : Annie, Maggie, Bessie dan Taneta. Anna Spafford termasuk salah satu dari 47 orang yang selamat. 

Anna yang selamat dari kecelakaan kapal tersebut mengisahkan saat-saat terakhir ketika tragedi itu merengut nyawa keempat putrinya : "Aku merasa seperti tersedot dengan keras ke bawah. Bayi taneta terlepas dari tanganku karena benturan dengan beberapa puing kapal. Benturan itu begitu keras sehingga lenganku memar parah. Aku mencoba menggapai untuk menangkap bayiku dan berhasil menangkap gaunnya, namun sesaat kemudian ombak menghantam dan merobek baju yang kugenggam dan menghempaskan bayiku dari tanganku selamanya."  Kedua putrinya yang lain, Maggie dan Annie ditolong oleh seorang pemmuda, penumpang kapal yang berhasil mengapung dengan sepotong kayu. Ia berenang mendekati kedua gadis itu dan menyuruh mereka menggenggam kedua sisi bajunya sambil mencoba mencari papan yang cukup besar untuk mereka bertiga. Setelah berjuang sekitar 30-40 menit di laut, mereka berhasil mendapatkan papan yang cukup besar dan pemuda itu berusaha membantu kedua gadis Spafford untuk naik ke papan. Tetapi ia melihat tangan mereka yang menggenggam bajunya mulai melemah dan mata mereka tertutup. Tubuh kedua gadis yang sudah tidak bernyawa lagi itu perlahan mengambang menjauh dari tubuh si pemuda yang juga lumpuh akibat kecelakaan tersebut. Tidak ada yang tahu apa yang terjadi pada putri Stafford yang bernama Bessie. 

Dengan tubuh penuh memar dan luka, Anna Spafford berhasil diselamatkan, namun semua rasa sakit yang dideritanya tidak sepanding dengan kepedihan hati akibat kehilangan keempat putrinya. Pastor Nathaniel Weiss, salah seorang penumpang yang juga selamat dari kecelakaan kapal tersebut mendengar Anna berkata, "Tuhan memberiku empat anak perempuan. Sekarang mereka diambil dariku. Suatu hari nanti aku akan mengerti mengapa ..." Anna benar-benar hancur, namun dalam kesedihan dan keputusasaannya, ia mendengar suara lembut berbicara kepadanya, "Engkau diselamatkan untuk suatu tujuan." Anna teringat seorang teman pernah berkata, "Sangat mudah untuk bersyukur ketika engkau memiliki segala sesuatu, tetapi melupakan Tuhan dan hanya mengingatNya saat berada dalam masalah."

Sembilan hari setelah diselamatkan dan tiba di Cardiff, Wales, Anna mengirimkan telegram kepada suaminya. Telegram itu berisi kalimat : "Saved alone. What shall I do?" (aku sendiri yang selamat, apa yang harus kulakukan?)  Horatio bergegas menuju Inggris untuk menemani Anna dan berada di sisinya dalam masa-masa berat tersebut. 

Dalam perjalanan menuju Inggris, kapten kapal menunjukkan lokasi dimana kapal Vile du Havre tenggelam yang menewaskan empat putri Horatio. Malam itu Horatio tidak dapat tidur. Berjam-jam lamanya ia merenungkan dan mengingat semua tragedi yang terjadi pada keluarganya dan keempat putrinya yang meninggal di tengah-tengah samudera Atlantik itu. Dalam keadaan hati yang hancur, Horatio menulis pada secarik kertas, "It is well, the will of God be done." (Hal ini baik, kehendak Tuhan, terjadilah). Dia atas kapal inilah Horatio kemudian menulis hymne "It is well with my soul" yang jika diterjemahkan : Jiwaku sanggup menerima (cobaan ini) atau dalam terjemahan bebas : Jiwaku baik-baik saja (walau didera penderitaan). Ketika bertemu kembali dengan istrinya, ia berkata, "Kita tidak kehilangan anak-anak kita. Kita hanya berpisah dengan mereka untuk sementara."

Horatio membawa Anna kembali ke Chicago untuk memulai kembali kehidupan mereka. Tuhan mengaruniai mereka dengan tiga orang anak. Putra mereka yang lahir pada tahun 1876 diberi nama Horatio untuk mengenang putra mereka yang telah meninggal.  Pada tahun 1878 Horatio dan Anna dikaruniai seorang putri yang diberi nama Bertha dan dua tahun kemudian, 1880, lahirlah Grace. Tragisnya, ketika Horatio kecil berusia 4 tahun, ia juga meninggal karena penyakit demam seperti kakak lelakinya. Belum hilang kepedihan akibat wafatnya Horatio kecil, jemaat gereja mengucilkan mereka dengan alasan, "Pasti ada sesuatu yang tidak beres dengan keluarga Spafford sehingga banyak tragedi menimpa mereka." 

Karena tidak lagi diterima jemaat di gerejanya, pada bulan September 1881, Horatio membawa keluarganya menuju Yerusalem untuk menetap di sana. Bersama beberapa kawan yang juga ikut pindah bersamanya, 
Horatio memulai sebuah kelompok pelayanan yang kemudian dikenal sebagai "American Colony." Mereka melayani orang-orang yang kekurangan, membantu orang miskin, merawat orang sakit dan menampung anak-anak tunawisma. Tujuan mereka hanyalah untuk menunjukkan kasih Yesus kepada sesama yang menderita. Novelis Swedia, Selma Ottiliana Lovisa Lagerlof menulis tentang pelayanan yang dilakukan kelompok ini dalam novelnya berjudul "Yerusalem." Novel tersebut berhasil memenangkan hadiah Nobel. 

Horation Spaffor meninggal karena malaria pada 16 Oktober 1888 di Yerusalem. Anna Spafford terus bekerja di daerah sekitar Yerusalem sampai kematiannya pada tahun 1923. 


Putri Horatio, Bertha Spafford Vester, menulis kisah ini dalam bukunya "Our Yerusalem" : "Di Chicago, ayah mencari penjelasan tentang hidupnya. Hingga saat ini, semuanya mengalir dengan lembut seperti sungai. Kedamaian rohani dan keamanan telah menopang awal hidupnya, kehidupan keluarganya, tempat tinggalnya ... orang di sekelilingnya bertanya-tanya, 'kesalahan apa yang menyebabkan terjadinya tragedi beruntun pada Horatio dan Anna Spafford?' ... tapi ayah yakin bahwa Allah baik dan ia akan melihat anak-anaknya lagi di surga nanti. Hal ini menenangkan hatinya. Bagi ayah, keadaan itu seperti melewati 'lembah bayang-bayang maut', tapi imannya bangkit dan kuat. Di laut lepas, dekat tempat dimana anak-anaknya tewas, ayah menulis hymne yang menenangkan banyak orang."  

Ini adalah sebuah lagu yang penuh kekuatan, kedamaian dan pengharapan.

When peace, like a river, attendeth my way,
When sorrows like sea billows roll,
Whatever my lot, 
Thou has taught me to say,
It is well, it is well, 
with my soul.

It is well, with my soul.
It is well, with my soul.
It is well, it is well,
with my soul.

Though Satan should buffet, though trials should come,
Let this best assurance control
That Christ has regarded 
my helpless estate,
And hath shed His own blood 
for my soul.

My sin, oh, the bliss of this glorious thought!
My sin, not in part but the whole
Is nailed to the cross, and I bear it no more,
Praise the Lord, praise the Lord, oh my soul.

And Lord haste the day when my faith shall be sight,
The clouds be rolled back as a scroll,
The trump shall resound, and the Lord shall descend,
Even so, it is well with my soul.

It is well, with my soul. It is well, with my soul.
It is well, it is well, with my soul.



Sunguh sebuah kisah penuh inspirasi yang meneguhkan iman. Tragedi yang datang bertubi-tubi tidak melemahkan iman, tetapi semakin kuat berpegang pada Tuhan, berserah dan percaya bahwa Tuhan tahu yang terbaik, apapun itu, pastilah baik bagi jiwaku. 


(diambil dari berbagai sumber)



Monday, April 29, 2013

Koleksi Buku Baru

Judul buku : God Calling 
Penulis : A.J. Russel
Penerbit : Pionir Jaya
Harga : Rp. 25.200

Ditulis lebih dari setengah abad silam oleh dua wanita. "Dua wanita pendengar" yang tetap tidak ingin diketahui nama mereka. Buku ini terbukti menjadi salah satu buku renungan terlaris sepanjang zaman yang telah dicetak lebih dari 9 juta eksemplar. 

Jika Anda tengah menderita kepedihan hati dan kekhawatiran, Anda akan mengerti betapa sulitnya menulis tentang kedamaian dan ketenangan batin. Pesan agar orang bersikap tenang dan terus berharap, yang mewarnai keseluruhan isi buku Panggilan Allah ini, dibentuk lewat penderitaan penulisnya sehingga menyentuh hati jutaan orang di seluruh dunia. 

Judul buku : Barcelona, Te Amo
Penulis : Kireina Enno
Penerbit : Bukune
Harga : Rp. 39.100

Tadinya, musin panas selalu muram. Lalu, dia datang dengan semyumnya yang indah, ketika waktu mendamba detik-detik yang hangat dari matanya. Entah bagaimana, hati Katya begitu dingin ketika menepis uluran tangan laki-laki itu. 

Kesepian pun menghantamnya. Sepanjang La Rambla, angin menepi. sayanp-sayapnya membawa Katya menari di antara pilar-pilar Gothic Quarter yang sunyi. Membangkitkan rindu kepadanya, seperti ombak kepada pantai yang menunggu. Maka, disinilah Katya berada kini. Menyambut dengan tangannya. Di Placa de Catalunya, tempat merpati bercengkerama. Ketika matahari menyinari Barcelona. Dia bagai musim panas yang begitu indah. "Te amo," pelan ucap Katya. Akankan dia dengar? Te amo siempre

Judul buku : One Amazing Thing
Penulis : Chitra Banarjee Divakaruni
Penerbit : Qanita
Harga : Rp. 34.300

"Gempa susulan!" sebuah suara berteriak. Seseorang mulai menjerit. Sesseorang yang lain menangis. Seorang pria mulai berdoa lirih, "Tuhan, biarkan berakhir, biarkan berakhir dengan cepat!" Uma bertanya-tanya, apakah gerangan yang diinginkan pria itu agar berakhir? gempa bummi, keterkurungan ini, atau nyawa mereka? Tunggu sebentar, Uma ingin protes. Aku belum menceritakan kisahku. 

Sembilan orang terjebak dalam sebuah kantor permohonan visa saat terjadi gempa dahsyat. Hampir 12 jam berlalu sejak gempa terjadi, pertolongan tak kunjung datang. Listrik mati, langit-langit runtuh, air mulai merambar naik, dan dimana-mana ada mayat yang mulai mengambang. Rasa takut pun semakin kuar mencengkeram hati. Sebagai pengalih perhatian sementara, kesembilan orang itu mulai berkumpul dan saling berkisah. Masing-masing menceritakan satu momen penting dalam hidup mereka. Kisah yang bisa menggerakkan hati mereka dan menumbuhkan semangat baru untuk tetap bertahan. Satu kisah yang menakjubkan, yang ternyata akan mengubah hidup mereka selamanya.  

Judul buku : Autumn Once More
                     (Kumpulan Cerpen)
Penulis : Ilana Tan, dkk
Penerbit : Gramedia
Harga : Rp. 34.000


Cinta memang tidak pernah dapat diketahui datangnya. Cinta membuat kita merasakan sebuah kebahagiaan. tetapi cinta bisa membawa kesedihan yang mendalam. Cinta dapat membuat kita tersenyum sendiri kala mengingat masa indah bersama pasangan, tetapi dapat pula menangis pilu ketika sedang menemui masalah dalam hubungan

Autumn Once More membawa kita ke banyak sisi cinta dari kumpulan pengarang, mulai dari pengarang profesional hingga editor yang harus jadi pengarang "dadakan" dan menunjukkan kreativitas mereka dalam tema abadi sepanjang masa.  Inilah tumpahan rasa dan obsesi karya Ilana Tan, AliaZalea, Anastasia Aemilia, Christina Juzwar, harriska Adiati, Heith Rusli, Ika Natassa, Lea Agustina Citra, Meilia Kusumadewi, Nina Addison, Nina Andiana, Rosi L. Simamora, dan Shandy Tan. Jadi, jika anda ingin mengenal apa arti cinta yang lebih dalam, mungkin anda dapat membaca novel yang satu ini.


Judul buku : Love, Curse and Hocus Pocus
Penulis :Karla M. Nazar
Penerbit : Gramedia
Harga : Rp. 49.300

"And what would you do, if I told you I have no intention to kiss you?"
Kurasa... aku akan membuatmu mengubah keputusanmu itu."

Ketika Troy Mardian dan Gadis Prasayu yang saling membenci harus terbangun dalam satu ranjang dengan memori kabur akan pernikahan mereka, reaksi pertama adalah berteriak histeris. Mereka curiga jika semua keanehan itu berkaitan dengan wanita gipsi tua yang mereka tertawai pada acara ulang tahun kantor mereka. Untunglah mimpi dan realita yang tumpang tindih mempermainkan akal sehat mereka itu segera berakhir, dan membawa mereka kembali ke dunia nyata. Kali ini troy dan Gadis yakin semua keanehan yang mereka alami itu telahberakhir. Setidaknya demikian,hingga tugas kantor membawa mereka ke Inggris. Dalam penerbangan yang melewati turbulensi ekstrem dan nyaris merenggut nyawa, keduanya dipaksa berpikir tentang perasaan masing-masing. 

Meskipun mereka saling membenci sejak pandangan pertama, mungkinkah berbagai peristiwa aneh tersebut justru mengubah rasa tidak suka mereka menjadi cinta? Dan ketika Troy dan Gadis mengira hidup mereka sudah mencapai puncak kebahagiaan tertinggi, nun jauh di sana, sayup-sayup suara gemerincing lonceng perak kecil milik si gipsi misterius membelah pekatnya malam ... Lalu, apa kira-kira yang akan terjadi pada Troy dan Gadis kali ini? ... cring ... cring... cring... Beware!

Judul buku : Then Came You
Penulis : Lisa Kleypas
Penerbit : Gramedia
Harga : Rp. 51.000

Lily Lawson adalah idola bagi pria kalangan atas di London. Dia cantik, pemberani, bahkan gemar berjudi dan berburu. Namun, di balik semua itu, Lily menyimpan rahasia besar. Setelah bertahun-tahun disingkirkan oleh keluarganya, Lily kembali ke London untuk menyelamatkan adiknya, Penelope, dari rencana pernikahan tanpa cinta dengan Alex, Lord Raiford. Lily bertekad mempersatukan Penelope dengan pria lain yang merupakan cinta sejati adiknya. 

Alex, sang Lord Raiford, tak pernah benar-benar mencintai Penelope. ia sudah menutup hatinya sejak kepergian Carolie-nya yang tercinta, bertahun-tahun lalu. Namun kini, ia justru terpesona pada Lily yang keras kepada dan tak bisa mempercayai pria. Ketika Penelope meninggalkan Alex, Lily harus membayar perbuatannya itu, dengan jiwa dan hatinya. 


Judul buku : Cries of The Heart
Penulis : Ravi Zacharias
Penerbit : Pionir Jaya
Harga : Rp. 45.000

Membawa Tuhan mendekat saat Dia terasa begitu jauh.
Pekerjaan impian, pernikahan yang penuh cinta, anak-anak yang sempurna, tetapi mengapa hidup tetap terasa begitu kosong?

Ravi Zacharias disebut-sebut sebagai salah satu pemikir besar di generasi kita. Dalam buku Cries of the Heart ini, dia mengeksplorasi kekosongan yang menguasai hati manusia dan menolong kita untuk : melihat alasan di balik penderitaan kita, menghilangkan perasaan bersalah kita, menemukan kebebasan dalam kesenangan, merasa nyaman dalam kesepian kita, sungguh-sungguh mengenal Allah, dan memiliki iman yang kuat.

"Sewaktu Allah berbicara tidak ada siasat, tidak ada tipu muslihat. Yang ada hanya kebenaran yang menghidupkan. Waktu Dia berbicara kita akan merasa tenang oleh sentuhanNya, dan kita akan beristirahat dalam penghiburanNya, mengetahui bahwa Dia mendengarkan seruan kita dan datang mendekat untuk memenuhi kebutuhan kita."


Sunday, April 28, 2013

Aku Belajar, Ya Tuhan

Sepanjang hidupku, berkali-kali aku jatuh dan terguling. Banyak percobaan datang kepadaku dalam keadaan yang sangat mencemaskan. Untuk setiap pencobaan, aku mencoba untuk mengatasinya sendiri, daripada memberikannya kepada Tuhan dan bergantung kepada-Nya. 
Tetapi, aku belajar, ya Tuhan.

Ketika aku memutuskan untuk membawa semua bebanku, aku berharap semuanya berjalan dengan lancar. Namun, ternyata aku berjalan di jalan berbatu. Aku sendiri mengerti, Tuhan menunggu dengan sabar untuk membuka satu permulaan baru dengan suatu hidup yang lebih baik untukku.
Tetapi, aku belajar, ya Tuhan.


Aku mengalami suatu bencana yang membuatku bertekuk lutut. Akhirnya aku berseru kepada Tuhan dan berkata, "Tuhan, tolonglah aku." Tuhan dapat, tanpa menunda-nunda, dan tangan-Nya yang kuat mampu menopang semua bebanku; Ia mengambil alih semua bebanku dengan gembira.
Dan, aku belajar, ya Tuhan.

Ada salib yang hampa yang kubawa, semuanya karena aku tidak dapat melihat seorang Sahabat sejati yang aku punya dalam Yesus, dan kasih-Nya kepadaku. Kedamaianlah yang kutemukan saat masalah datang, walaupun jalan keluarnya tidak kuketahui. Jika jalan masih berbatu-batu, aku tidak ingin menjalaninya sendirian. 
Untuk itu, aku belajar, ya Tuhan.  
 
 

Saturday, April 27, 2013

Today's Quote 28.04.2013


Cerita Buku : SEBELAS MENIT by Paulo Coelho


Judul asli : Eleven Minutes
Penulis : Paulo Coelho
Tebal : 360 halaman
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama


... kalau menghitung waktu yang dibutuhkan untuk membuka pakaian, menunjukkan sifat pura-pura manis atau sayang, mengobrol sedikit tentang hal-hal yang tidak penting, lalu berpakaian kembali, waktu yang dihabiskan untuk berhubungan intim sebenarnya hanya sekitar sebelas menit." (hal. 115) 


Menurut Plato, pada awal penciptaan dahulu, lelaki dan perempuan tidak seperti yang kita lihat sekarang ini; ketika itu hanya ada satu jenis manusia yang tubuhnya pendek, dengan batang tubuh dan leher, namun kepalanya memiliki dua wajah yang memandang ke arah berbeda. Bentuknya mirip mahluk yang punggungungnya saling direkatkan, keduanya memiliki alat kelamin sendiri-sendiri, punya empat kaki dan empat tangan. 

Tapi para dewa Yunani menjadi cemburu karena mahluk tersebut punya empat tangan yang memungkinkan mereka bekerja lebih keras, dan punya dua wajah yang membuat mereka selalu waspada dan tak mungkin lengah; dan keempat kakinya memungkinkan dia berdiri atau menempuh perjalanan panjang tanpa lelah. Dan yang lebih membahayakan adalah fakta bahwa mahluk itu memiliki dua oragan kelamin, sehingga dia tak memerlukan pasangan untuk bereproduksi. Zeus, dewa penguasa Olympus, berkata : "Aku punya rencana untuk membuat mahluk manusia itu kehilangan sebagian kekuatan mereka." Dan dengan cambukan kilat, dipotongnya mahluk itu menjadi dua bagian, maka terciptalah laki-laki dan perempuan. Pemisahan mereka meningkatkan jumlah penghuni bumi, namun pada saat yang sama juga menyebabkan manusia kacau dan lemah karena mereka harus mencari separuh dirinya yang hilang dan memeluknya lagi - dan setiap kali mereka memeluk separuh bagian yang hilang itu, kekuatan mereka akan pulih lagi, begitu pula kemampuan mereka untuk mencegah terjadinya penghianatan serta menjaga stamina untuk menempuh perjalanan panjang dan kerja keras. Perbuatan manusia yang saling memeluk dan menyatu kembali itulah yang kita sebut SEKS atau PERSETUBUHAN (hal. 206-207). 

======================================


Cinta hanya menimbulkan penderitaan ... Demikianlah anggapan Maria, gadis Brazil yang sejak remaja begitu yakin tak akan pernah menemukan cinta sejati dalam hidupnya. Seseorang yang dijumpainya secara kebetulan di Rio de Janeiro berjanji akan menjadikannya aktris terkenal di Swiss, namun janji itu ternyata kosong belaka. Kenyataannya, dia mesti menjual diri untuk bertahan hidup. Dibalik petualangan cintanya yang liar, Maria masih berharap suatu saat akan menemukan cinta dalam diri laki-laki yang dilayaninya. Kenyataannya, pekerjaan itu malah semakin menjauhkan Maria dari harapannya. Maria membenci pekerjaannya walaupun pada awalnya dijalaninya dengan gagah berani, namun dia tidak bisa berhenti sebelum mengumpulkan cukup uang untuk kembali ke kampung halamannya di Brazil. 

Perjumpaannya dengan seorang pelukis muda, Ralf Hart, yang awalnya sebagai 'klien' membawa suatu perubahan besar dalam hidup Maria. Sebelas menit adalah waktu yang diberikan Maria untuk berhubungan intim dengan para kliennya, tetapi dengan Ralf, Maria menemukan sesuatu yang lebih dari sekedar penyatuan tubuh. Tameng emosional Maria pun diuji. Dia mesti memilih antara terus menjalani kehidupan sebagai pelacur atau mempertaruhkan segalanya demi menemukan 'cahaya di dalam dirinya'. Mampukah dia beralih dari sekedar penyatuan fisik ke penyatuan dua jiwa dan pikiran - ke suatu tempat dimana persetubuhan merupakan suatu yang sakral. 

Dalam novel yang sungguh berbeda ini, Paulo Coelho menantang segala prasangka kita, membuka pikiran kita dan membuat kita benar-benar terperangah. Paulo berhasil memotret kehidupan dunia pelacuran dan pencarian cinta sejati, sedikit vulgar tapi masih tetap sarat dengan berbagai filosi kehidupan.