Welcome to my sanctuary ... my safe haven. I like to collect any articles, quotes, notes, whatever that I find useful, interesting or inspirational (I did not own them unless stated otherwise). I also wrote some notes, though :D
Tuesday, March 12, 2013
Friday, March 8, 2013
Ketika Tuhan menciptakan laki-laki dan perempuan
Ketika Aku menciptakan surga dan bumi, Aku berfirman dan semuanya jadi. Ketika aku menciptakan pria, aku membentuknya dan menghembuskan nafas kehidupan.
Tetapi engkau, perempuan, Aku menghiasi engkau setelah Aku menciptakan laki-laki karena engkau begitu lembut. Aku membuat laki-laki tertidur sehingga aku dapat membentukmu dengan sabar dan sempurna.
Aku membentukmu dari satu tulang pilihan. Aku mengambil tulang yang memberikan perlindungan bagi kehidupan laki-laki. Aku mengambil tulang rusuk laki-laki yang melindungi dan menyangga organ-organ penting dalam tubuhnya, jantung dan paru-parunya. Sifat dasarmu seperti tulang rusuk, kuat tetapi lembut. Dukunglah laki-laki seperti tulang rusuk melindungi tubuhnya.
Kau tidak diambil dari kakinya untuk diinjak-injak, juga bukan dari kepalanya untuk menjadi tuannya. Kau diambil dari rusuknya, dekat dengan hatinya untuk dicintai dan dekat ditangannya untuk dirangkulnya. Kau akan berjalan bersamanya di sisinya, di jalan kehidupan.
Adam berjalan bersama-Ku pada hari-hari dingin dan sepi. Ia tidak dapat melihat atau menyentuh-Ku. Ia hanya dapat merasakan kehadiran-Ku. Segala hal yang ingin aku bagikan kepada Adam, Aku bentuk di dalam dirimu. Kekuatan-Ku, kesucian-Ku, kasih-Ku, perlindungan-Ku, dan dukungan-Ku. Kau begitu istimewa karena kau adalah perpanjangan tangan-Ku. Laki-laki mewakili gambaran-Ku, sedang perempuan, perasaan-Ku. Bersama-sama kalian berdua mewakili Aku.
Thursday, February 28, 2013
Lima Makanan Termahal Di Dunia
1. STEAK WAGYU - TOKYO, JEPANG
Aragawa adalah toko steak pertama di Tokyo, Jepang. Spesialisasi menunya adalah daging sapi Kobe lokal berkualitas tinggi dan daging Wagyu yang terkenal dengan rasa lezatnya dan teksturnya yang lembut. Daging hanya disajikan dengan saus mustard dan merica. Harganya US$ 368 atau sekitar Rp 3,3 juta untuk satu porsi steak. Kualitas dagingnya yang tinggi membuat rasanya sangat lezat meskipun diolah dengan bumbu yang minimalis
2. AYAM KUKUS TANPA KULIT - PARIS, PRANCIS
Alain Ducasse au Plaza Athenee, di Paris adalah restoran yang menyajikan menu otentik Prancis. Ruang makan ditata dengan sangat mewah. Layanan yang diberikan sangat spesial dan berkelas. Untuk menu ayam kukus tanpa kulit di restoran mewah tersebut dihargai US$ 260 atau sekitar Rp 2,3 juta.
4. ES KRIM - NEW YORK, USA
5. DOMBA PANGGANG - DUBAI, UNI EMIRAT ARAB
Gordon Ramsay’s Verre memiliki koki selebriti yang menyajikan masakan Eropa modern yang khas dan berbeda. Tempat ini mendapat pengakuan internasional dan sering mendapat pujian dari para kritikus kuliner. Salah satu menu andalannya adalah "Roast Lamb with Aubergine Gratin". Yaitu, domba panggang yang disajikan dengan terong, ditaburi parutan keju dan tomat. Harganya US$ 70 atau setara dengan Rp 630.000.
Aragawa adalah toko steak pertama di Tokyo, Jepang. Spesialisasi menunya adalah daging sapi Kobe lokal berkualitas tinggi dan daging Wagyu yang terkenal dengan rasa lezatnya dan teksturnya yang lembut. Daging hanya disajikan dengan saus mustard dan merica. Harganya US$ 368 atau sekitar Rp 3,3 juta untuk satu porsi steak. Kualitas dagingnya yang tinggi membuat rasanya sangat lezat meskipun diolah dengan bumbu yang minimalis
2. AYAM KUKUS TANPA KULIT - PARIS, PRANCIS
Alain Ducasse au Plaza Athenee, di Paris adalah restoran yang menyajikan menu otentik Prancis. Ruang makan ditata dengan sangat mewah. Layanan yang diberikan sangat spesial dan berkelas. Untuk menu ayam kukus tanpa kulit di restoran mewah tersebut dihargai US$ 260 atau sekitar Rp 2,3 juta.
3. IKAN BASS DENGAN KAVIAR - BRUSSELS, BELGIA
Alsace Pinot Blanc merupakan taman berlokasi privat yang terletak di Bruneau, Brussels, Belgia. Tempat makan berkelas ini menyediakan menu yang sangat menggoda yaitu, "Fillet of Bass with Imperial Osetra Caviar". IkanBass yang telah di fillet disajikan dengan kaviar yang berasal dari ikan albino langka yang hidup di laut Kaspia. Harganya US$ 200 atau sekitar Rp 1,8 juta. 4. ES KRIM - NEW YORK, USA
Menu es krim "Golden Opulence Sundae" di New York City’s Serendipity, dihargai US$ 1000 atau setara dengan Rp 9 juta. Bisa dikatakan menu tersebut adalah es krim sundae termahal di dunia. Isinya sundae tersebut yaitu es krim vanili, yang bahan dasarnya berkualitas tinggi berasal dari Tahiti dan Madagaskar.
Selain itu, ada es Krim Cokelat Chuao yang berasal dari daerah pantai di Venezuela. Toppingnya terdiri dari buah-buahan Parisian, kaviar Grand Passion. Es krim dihiasi dengan emas 23 karat berbentuk daun dan disajikan dalam gelas kristal Harcourt berbentuk piala. Sendok untuk menyuap es krim sundae terbuat dari emas 18 karat.
5. DOMBA PANGGANG - DUBAI, UNI EMIRAT ARAB
Gordon Ramsay’s Verre memiliki koki selebriti yang menyajikan masakan Eropa modern yang khas dan berbeda. Tempat ini mendapat pengakuan internasional dan sering mendapat pujian dari para kritikus kuliner. Salah satu menu andalannya adalah "Roast Lamb with Aubergine Gratin". Yaitu, domba panggang yang disajikan dengan terong, ditaburi parutan keju dan tomat. Harganya US$ 70 atau setara dengan Rp 630.000.
KOLEKSI BUKU BARU
Brida by Paulo Cuelho
Semua orang memiliki "Takdir" yang harus dijalani. Tapi bagaimana caraku mengetahui siapa pasangan jiwaku?" tanya Brida. Dengan mengambil resiko kegagalan, kekecewaan, kehilangan arah, tapi tak pernah berhenti dalam pencarianmu menuju Cinta." Brida, dua puluh tahun, melemparkan pertanyaan yang paling penting dalam hidup kita, "Apa yang kau cari dalam kehidupan ini?" Perjalanan yang mengisi jiwa untuk menemukan diri, dipenuhi cahaya yang mengagumkan!
9 Summer 10 Autumns - Dari Kota Apel ke Big Apple by Iwan Setyawan
Di kaki gunung Panderman, di rumah berukuran 6x7 meter, seorang anak laki-laki bermimpi. Kelak ia akan membangun kamar di rumah mungilnya. Hiduo bertujuh dengan segala sesuatu yang terbatas, membuat ia bahkan tak memiliki kamar sendiri. Bapaknya, sopir angkot yang tidak bisa mengingat tanggal lahirnya. Sementara ibunya, tidak tamat Sekolah Dasar. Ia tumbuh besar bersama empat saudara perempuan. Tak ada mainan yang bisa diingatnya. Tak ada sepeda, tak ada boneka, hanya buku-buku pelajaran yang menjadi 'teman bermain'-nya. Di tengan kesulitan ekonomi, bersama saudara-saudaranya, ia mencari tambahan uang dengan berjualan di saat bulan puasa, mengecat boneka kayu di wirausaha kecil dekat rumah, atau membantu tetangga berdagang di pasar. Pendidikanlah yang kemudian membentangkan jalan keluar dari penderitaan. Dan kesempatan memang hanya datang kepada siapa yang siap menerimanya. Dengan kegigihan, anak kota apel dapat bekerja di The Big Apple, New York. Sepuluh tahun mengembara di kota paling kosmopolit itu membuatnya berhasil mengangkat harkat keluarga sampai meraih posisi tinggi di salah satu perusahaan top dunia. Namun tak selamanya gemerlap lampu-lampu New York dapat mengobati kenangan yang getir. Sebuah peristiwa mengejutkan terjadi dan menghadirkan seorang yang membawanya menengok kembali ke masa lalu. Dan pada akhirnya, cinta keluargalah yang menyelamatkan semuanya.
Novel klasik yang mengisahkan tentang cinta yang tak sampai antara Heathcliff dan Catherine Earnshaw. Ketika Catherin yang sangat dicintainya memutuskan untuk menikah dengan Edgar Linton yang merupakan saingan Heathcliff sejak kecil, dia pun melarikan diri dari kotanya. Beberapa tahun kemudia Heathcliff kembali sebagai seorang pria kaya yang berpendidikan. Dia pun mulai menyusun rencana pembalasan dendam kepada keluarga Earnshaw dan Linton yang diyakini telah menghancurkan hidupnya.
Amazing Gracie - Anugerah Terindah by Sherryl Wood
Saat Gracie MacDougal kembali ke kota Seagull Point, Virginia, untuk mengubah gaya hidupnya yang sangat gila kerja, ia malah menemukan sesuatu yang lebih dari sekadar relaksasi. Kota yang sangat indah itu seakan-akan memanggilnya, begitu juga dengan rumah bergaya Victoria yang menghadap pantai, yang dibayangkannya sebagai penginapan mungil yang sempurna. Tapi, ada satu orang yang menghalangi Gracie mencapai tujuannya yang baru ... dan orang itu bergeming.
Kevin Daniels, pria tradisional daerah selatan yang memesona, tidak tertarik untuk menjual rumah impian Gracie, tapi dia jelas-jelas tertarik pada sesuatu yang lain ... Gracie sendiri. Membujuk sang perempuan pebisnis yang kaku itu agar bersikap lebih santai menjadi tujuan hidup Kevin yang baru, tapi ada apa di balik tujuan itu? Sudah terlalu banyak orang yang menggantungkan hidup padanya, dan Kecin tidak ingin menambah satu orang lagi. Gacie tidak mencari sebuah rumah. Kevin tidak mencari seorang istri. Tapi terkadang, bahkan niatan terbaik manusia pun bisa berjalan di luar dugaan.
Feels Like Family - Cinta Yang Bersemi by Sherryl Woods
Helen Decatur mengisi kehidupannya dengan tujuan-tujuan yang jelas. Lulus universitas dan sekolah hukum, membuka firma hukum sendiri, meraih kemapanan finansial, dan membuat dirinya menjadi satu dari pengacara kasus perceraian yang paling disegani di negara bagian Carolina Selatan. Walau begitu, kesuksesan menggapai semua impian itu masih belum apa-apa dibandingkan dengan impiab barunya kali ini. Helen, Sweet Magnolias yang paling teguh pendiriannya dan sinis itu, berusia 42 tahun dan lajang, tiba-tiba merasa siap membina keluarga. Itulah hasrat yang telah dipendamnya selama beberapa tahun ini. Sayangnya, di usianya sekarang ini, tidaklah mudah untuk bisa mengandung buah hati, apalagi hingga saat ini Helen belum juga menjalin hubungan yang serius dengan seoang laki-laki. Tetapi Helen bukanlah tipe perempuan yang duduk diam dan menanti nasibnya begitu saja. Berinisiatif menentukan jalan hidupnya sendiri meskipun ditentang kedua sahabat terbaiknya, Helen bermain api dengan seorang laki-laki yang menolak mentah-mentah ketika diajak membina keluarga, dan akhirnya terjerumus ke dalam masalah yang paling tak diharapkannya, cinta.
Sunday, January 6, 2013
Mengapa Allah Mau Menjadi Manusia?
Suatu ketika, ada seorang pria yang menganggap Natal sebagai sebuah takhayul belaka. Dia bukanlah orang yang jahat. Dia adalah pria yang baik hati dan tulus, setia kepada keluarganya dan bersih kelakuannya terhadap orang lain. Tetapi ia tidak percaya pada kelahiran Yesus dan bahwa dalam Dia, Allah menjelma menjadi manusia.
"Aku benar-benar minta maaf jika ini membuat mu sedih," kata pria itu kepada istrinya yang rajin pergi ke gereja. "Tapi aku sungguh tidak dapat mengerti mengapa Tuhan mau menjadi manusia. Itu adalah hal yang sangat tidak masuk akal bagi ku "
Pada malam Natal, istri dan anak-anaknya pergi menghadiri kebaktian tengah malam di gereja. Pria itu menolak untuk menemani mereka. “Aku tidak mau menjadi munafik," jawabnya. "Lebih baik aku tinggal di rumah. Aku akan menunggu sampai kalian pulang."
Tak lama setelah keluarganya berangkat, salju mulai turun. Ia memandang ke luar jendela dan melihat butiran-butiran salju itu berjatuhan. Lalu ia kembali ke kursinya di samping perapian dan mulai membaca surat kabar. Beberapa menit kemudian, ia dikejutkan oleh suara ketukan. Bunyi itu terulang tiga kali. Ia berpikir seseorang pasti sedang melemparkan bola salju ke arah jendela rumahnya. Ketika ia pergi ke pintu masuk untuk mengeceknya, ia menemukan sekumpulan burung terbaring tak berdaya di salju yang dingin. Mereka telah terjebak dalam badai salju dan mereka menabrak kaca jendela ketika hendak mencari tempat berteduh.

'Aku tidak dapat membiarkan makhluk kecil itu kedinginan di sini,' pikir pria itu. Tapi bagaimana aku bisa menolong mereka?' Kemudian ia teringat akan kandang tempat kuda poni anak-anaknya. Kandang itu pasti dapat memberikan tempat berlindung yang hangat. Dengan segera pria itu mengambil jaketnya dan pergi ke kandang kuda tersebut. Ia membuka pintunya lebar-lebar dan menyalakan lampunya. Tapi burung-burung itu tidak masuk ke dalam.
Makanan pasti dapat menuntun mereka masuk, pikirnya. Jadi ia berlari kembali ke rumahnya untuk mengambil remah-remah roti dan menebarkannya ke salju untuk membuat jejak ke arah kandang. Tapi ia sungguh terkejut. Burung-burung itu tidak menghiraukan remah roti tadi dan terus melompat-lompat kedinginan di atas salju. Pria itu mencoba menggiring mereka seperti anjing menggiring domba, tapi justru burung-burung itu berpencaran kesana-kemari, malah menjauhi kandang yang hangat itu.
"Mereka menganggap ku sebagai makhluk yang aneh dan menakutkan," kata pria itu pada dirinya sendiri, "dan aku tidak dapat memikirkan cara lain untuk memberitahu bahwa mereka mereka dapat mempercayai ku. Kalau saja aku bisa menjadi seekor burung selama beberapa menit, aku bisa membawa mereka ke tempat yang aman."
Pada saat itu juga, lonceng gereja berbunyi. Pria itu berdiri tertegun selama beberapa waktu, mendengarkan bunyi lonceng itu menyambut Natal yang indah. Kemudian dia terjatuh pada lututnya dan berkata, "Sekarang aku mengerti," bisiknya dengan terisak. "Sekarang aku mengerti mengapa ENGKAU mau menjadi manusia."
Makanan pasti dapat menuntun mereka masuk, pikirnya. Jadi ia berlari kembali ke rumahnya untuk mengambil remah-remah roti dan menebarkannya ke salju untuk membuat jejak ke arah kandang. Tapi ia sungguh terkejut. Burung-burung itu tidak menghiraukan remah roti tadi dan terus melompat-lompat kedinginan di atas salju. Pria itu mencoba menggiring mereka seperti anjing menggiring domba, tapi justru burung-burung itu berpencaran kesana-kemari, malah menjauhi kandang yang hangat itu.
"Mereka menganggap ku sebagai makhluk yang aneh dan menakutkan," kata pria itu pada dirinya sendiri, "dan aku tidak dapat memikirkan cara lain untuk memberitahu bahwa mereka mereka dapat mempercayai ku. Kalau saja aku bisa menjadi seekor burung selama beberapa menit, aku bisa membawa mereka ke tempat yang aman."
Pada saat itu juga, lonceng gereja berbunyi. Pria itu berdiri tertegun selama beberapa waktu, mendengarkan bunyi lonceng itu menyambut Natal yang indah. Kemudian dia terjatuh pada lututnya dan berkata, "Sekarang aku mengerti," bisiknya dengan terisak. "Sekarang aku mengerti mengapa ENGKAU mau menjadi manusia."
Sunday, December 30, 2012
Salib Kehidupan
Seorang muda sedang mempunyai beban hidup yang berat. Hidupnya terasa gelap. Ia berlutut dan berdoa, “Ya Tuhan, hidupku terasa berat. Aku memanggul salib yang begitu berat.”
Tuhan menjawab, “Anak-Ku, jika kamu tidak kuat menanggung salibmu, taruhlah salibmu di dalam ruangan ini. Bukalah pintu ruangan lain dan ambillah salib yang kamu inginkan.”
Orang muda ini merasa mendapatkan keringanan. Dan ia melakukan apa yang Tuhan perintahkan. Ia masuk ke sebuah ruangan dan melihat banyak salib ada di situ.
Ada sebuah salib yang besar pada bagian atasnya dan bagian bawahnya tak tampak. Dari kejauhan ia mengamati sebuah salib yang tipis, yang bersandar pada tembok. “Aku menyukai salib ini, Tuhan,” ia berbisik pada dirinya sendiri.
Tuhan menjawab, “ Anak-Ku, itu adalah salib yang baru saja kau panggul.”
Bila masalah-masalah hidup melingkupimu, pandanglah sekelilingmu, bagaimana orang lain juga sedang bergulat dengan kesulitan-kesulitan hidup. Kirannya kamu akan memandang dirimu jauh lebih beruntung daripada yang kamu bayangkan sebelumnya.
Friday, December 23, 2011
Melihat Wajah Allah
Diakhir tahun 1980'an Ekuador dilanda krisis ekonomi berat. Lalu, dalam waktu bersamaan, terserang epidemi wabah kolera massal. Seakan masih kurang, bencana alam silih-berganti memporakporandakan desa-desa maupun kota-kota di negara itu. PBB dan organisasi dunia lainnya merespon dengan membawakan persediaan jagung, produk-produk kedelai, susu, buah-buahan, tortilla (makanan dari tepung jagung), beras dan kacang-kacangan.
Seorang fotografer berita terkenal mengambil posisi di suatu jalan utama dimana orang-orang sakit, yang kelaparan, yang sudah letih lesu saling berbaris menunggu pembagian makanan. Ia sudah terlatih untuk mengawasi hal-hal kecil dan situasi umumnya yang sedang berkembang.
Ia tertarik pada seorang gadis -- kurus kering dan dekil, berusia sekitar 9 atau 10 tahun. Diamatinya, selagi gadis ini dengan sabar mengantri, matanya selalu tertuju pada tiga anak lain lagi yang saling erat berjongkok di bawah sebuah pohon besar, memayungi diri dan menghindar dari terik panas matahari. Dua bocah laki-laki, berumur 5 dan 7, saling menggandeng seorang gadis kecil sekitar 3 tahun.
Karena perhatiannya teralihkan, gadis itu tidak melihat bahwa pekerja-pekerja sosial itu sedang kehabisan persediaan makanan. Jantung sang fotografer itu berdetak keras. Kameranya juga sudah siap.
Setelah berjam-jam terjemur di bawah matahari, gadis kecil itu akhirnya mendapatkan giliran dilayani. Yang ia terima cuma sebuah pisang. Tetapi, reaksinya begitu memukau dan seakan melumpuhkan sang fotografer tersebut.
Pertama, wajahnya menyala, bersinar dalam sebuah senyum begitu manis. Ia menerima pisang itu dan membungkuk pada pekerja sosialnya. Lalu cepat-cepat ia berlari menuju ketiga anak kecil di bawah pohon tadi. Dengan amat hati-hati ia mengupas kulitnya, membaginya rata dalam 3 potong dan dengan hati-hati sekali, ditaruhnya masing-masing ke dalam tangan tiap anak. Bersama-sama mereka menundukkan kepala dan berdoa mengucap syukur. Lalu, perlahan-lahan mereka memakan potongan pisang, benar-benar menikmati setiap gigitannya, sedangkan gadis tertua itu mengisap kulit pisangnya.
Fotografer itu terdiam seribu bahasa. Tak tertahan lagi, ia mulai menangis tersedu-sedu, lupa sama sekali akan kameranya dan akan tujuan utama ia hadir disana. Belakangan, setelah sadar kembali, ia bertutur bahwa ketika sedang mengamati gadis itu, ia melihat wajah Allah bersinar. Ia sempat mengintip secuil kecil Kerajaan Allah dalam wajah dan tindakan-tindakan seorang gadis miskin jalanan yang begitu kaya dalam kemurahan hati, cinta kasih dan kepedulian.
Subscribe to:
Posts (Atom)















